MENGANGGAP PARENTING SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN

Parenting adalah keterampilan yang terus berkembang, bukan sekedar naluri alami. Keahlian ini mencakup cara berkomunikasi, merespon emosi, dan membimbing anak. Karena bisa dipelajari dan dilatih, setiap orang tua memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki diri dalam mengasuh buah hati. Mengapa parenting disebut sebagai keterampilan ? Inilah alasannya. Pertama, bisa dipelajari. Tidak ada orang tua yang langsung sempurna sejak hari pertama. Sama seperti profesi atau hobi, ilmu parenting bisa dipelajari melalui buku, ngaji parenting atau konsultasi ahli. Kedua, dapat disesuaikan (dinamis). Keterampilan ini membuat orang tua untuk fleksibel. Apa yang berhasil diterapkan pada satu anak belum tentu cocok untuk anak lainnya, sehingga orang tua perlu terus beradaptasi. Ketiga, membutuhkan latihan. Keterampilan mengasuh anak tidak bisa dikuasai hanya dengan teori. Dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan praktik sehari-hari dalam menghadapi berbagai situasi. Sebagai sebuah keterampilan yang kita lakukan dalam kehidupan, parenting harus kita lakukan dengan keyakinan diri yang tinggi, stres yang rendah dan bisa menghasilkan pola asuh yang baik. Oleh karena itu, parenting harus dibangun di ats sendi-sendi dan sikap terbuka, mau belajar, dan secara terus-menerus mencari informasi baru dan bermanfaat dalam upaya untuk terus membangun keterampilan-keterampilan kita.

NGAJI PARENTING Melatih Keterampilan Parenting
NGAJI PARENTING adalah program yang dikembangkan secara kultural, didukung dengan sumber refernsi berupa literatur buku dan website, serta diperkaya dengan event yang impresif dan menghibur. Untuk menjadi orang tua yang terampil disarankan mengikuti program NGAJI PARENTING untuk melatih aspek-aspek berikut :

  1. Komunikasi Dua arah. Melatih menjadi pendengar yang baik bagi anak dan berbicara dengan bahasa yang mudah dipahami.
  2. Pengendalian Emosi. Keterampilan untuk tetap tenang saat menghadap tantangan atau perilaku sulit dari anak tanpa harus merespon dengan kemarahan.
  3. Konsistensi dan Batasan. Kemampuan menetapkan aturan yang jelas dan konsisten, yang melatih anak bertanggungjawab sejak dini.
  4. Empati. Kemampuan melihat dunia dari sudut pandang anak sesuai dengan usianya.

Referensi : Erika Reischer, Ph.D, penulis buku SENI MENJADI ORANG TUA HEBAT, dan website ngajiparentingbaik.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *