Inovasi Besar Parenting secara impresif, menghibur dan bermakna melalui pendekatan intelektual, emosional dan spiritual.
LAPANG DADA
Lapang dada adalah sikap yang mampu mengelola emosi diri berdasarkan koridor penerimaan, kesabaran dan keikhlasan. Dalam proses mendidik dan mengasuh anak, hindarkan sikap-sikap yang bertentangn dengan lapang dada, misalnya; mudah marah, eksplosif dan suka membentak, berburuk sangka, egois yang cenderung menuntut orang lain mengalah, keras kepala serta sulit ikhlas dan mudah putus asa.
DO’A BERLAPANG DADA
“ Rabbisyrahli shadri, wa yassirlii ‘amri, wahlul ‘uqdatan millisaanii, yafqahuu qauli (Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka memahami perkataanku” (QS. Taha 25-28)
IKHTIAR BERLAPANG DADA
Mendidik anak membutuhkan kelapangan dada, melalui ikhtiar sebagai berikut :
- Mampu menyadari bahwa anak sedang dalam tahap tumbuh kembang serta belajar, sehingga orang tua harus bersikap lapang dada ketika anak melakukan kesalahan.
- Mampu secara emosional untuk menghargai usaha anak, sehingga harus bersikap lapang dada ketika anak belum bisa mencapai hasil akhir seperti yang diharapkan.
- Mampu menekan kekecewaan dengan cara mengedepankan evaluasi diri. Orang tua yang bersikap lapang dada akan memiliki keberanian dan kekuatan melakukan evaluasi diri. Kesalahan anak bisa jadi disebabkan dari kesalahan orang tua dalam memberikan pengasuhan.
- Mampu memberikan teladan atau mampu menjadi contoh yang baik bagi anak merupakan pemberian berharga tentang kesabaran dan keikhlasan. Keteladanan memiliki marwah kesabaran dan keikhlasan lebih kuat dibanding sekedar perintah verbal yang sering berbau lip service.
