Inovasi Besar Parenting secara impresif, menghibur dan bermakna melalui pendekatan intelektual, emosional dan spiritual.

Dan orang-orang berkata “ Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqan: 74)
Ayat ini menggambarkan betapa pentingnya peranan keluarga dalam kehidupan seorang muslim. Dengan memiliki pasangan dan keturunan yang taat kepada Allah, seorang hamba akan merasakan kedamaian dan kebahagiaan di dunia. Sebuah kedamaian dan kebaikan dunia yang memenuhi kualitas amal baik sebagai deposito kekekalan di akhirat.
Penyebutan pasangan hidup terlebih dahulu sebelum keturunan dalam QS. Al-Furqan 74 memberikan penegasan bahwa pasangan yang saleh / salehah merupakan fondasi awal untuk melahirkan dan mendidik keturunan yang baik. Doa agar dijadikan pemimpin dengan penuh keteladanan bukan semata ambisi kekuasaan duniawi. Doa ini merupakan harapan agar diri dan keluarga mampu menjadi panutan kebaikan, pelopor kebajikan, dan bisa membimbing orang lain dalam ketakwaan.
Dalam konteks parenting, seorang anak akan lebih cenderung meniru segala sesuatu yang dia lihat dibanding dengan sesuatu yang dia dengar. Seorang teladan akan menjadi kiblat bagi orang lain untuk meniru perilaku sang teladan itu. Untuk itulah, memberi nasihat lisan kepada anak harus dilengkapi dengan keteladanan dari orang tuanya. Menginginkan seorang anak mau tidur cepat dan bisa bangun pagi, langkah bijaknya harus dimulai dari seorang ayah dan bunda yang terbiasa tidur cepat dan bangun pagi. Mengharapkan seorang anak rajin beribadah harus dimulai dari seorang ayah dan bunda taat beribadah. Mendambakan seorang anak yang sehat, harus dimulai dari seorang ayah dan bunda yang rajin berolahraga serta menjalankan pola makan sehat dan bergizi. Mengendalikan seorang anak agar tidak kecanduan handphone dan tidak terganggu aktivitas belajarnya, kuncinya harus dimulai dari seorang ayah dan bunda yang mampu mengendalikan penggunaan handphone dan gemar membaca. Mendidik seorang anak pandai bermasyarakat akan berjalan efektif, jika seorang ayah dan bunda suka menyapa, tersenyum dan mengucapkan salam kepada tetangga yang berpapasan di jalan, serta berbicara dengan nada lembut dan tidak suka mencela dan membicarakan keburukan orang lain.
