BERSIH HATI SEBAGAI KEKAYAAN KEHIDUPAN & DEPOSITO KEKEKALAN

Oleh :
Bunda Ratu Agung, Dokter Holistik dan Penasehat Spiritual.

Sesungguhnya manusia tidak hanya diuji dengan kemiskinan atau kesulitan hidup. Manusia juga diuji dengan sesuatu yang jauh lebih berbahaya, yaitu penyakit hati yang tidak terlihat oleh mata tetapi mampu menghancurkan kehidupan, keluarga, persaudaraan, dan masa depan.

Banyak orang tampak sehat jasmaninya, tetapi hatinya dipenuhi iri, dengki, kebencian, kesombongan, fitnah, dan berbagai penyakit ruhani lainnya. Padahal hati yang sakit akan melahirkan ucapan yang menyakitkan dan perbuatan yang merugikan banyak orang.

Allah SWT berfirman:

“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’ara: 88-89)

  1. IRI DAN DENGKI: API YANG MEMBAKAR PEMILIKNYA

Iri adalah tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat. Dengki adalah menginginkan nikmat itu hilang dari orang lain. Orang yang iri
sesungguhnya sedang menyiksa dirinya sendiri. Ia sulit tidur. Sulit bersyukur. Sulit merasakan bahagia.
Hatinya selalu gelisah melihat keberhasilan orang lain. Padahal rezeki setiap manusia telah diatur oleh Allah dengan penuh hikmah.

  1. FITNAH: MERUSAK KEHORMATAN MANUSIA

Satu kalimat fitnah dapat menghancurkan nama baik yang dibangun puluhan tahun.

Allah SWT berfirman:

“Dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah: 191)

Fitnah menghancurkan keluarga, persahabatan, organisasi, dan masyarakat. Luka akibat senjata mungkin sembuh. Tetapi luka akibat fitnah sering terbawa sampai akhir hayat.

  1. ADU DOMBA: MEMECAH PERSAUDARAAN

Adu domba adalah menyebarkan perkataan dengan tujuan menciptakan pertengkaran. Akibat adu domba, saudara menjadi bermusuhan. Sahabat menjadi terpisah. Tetangga menjadi saling membenci. Organisasi menjadi lemah. Padahal Allah memerintahkan persatuan dan persaudaraan.

  1. SOMBONG: PENYAKIT PARA PEMBANGKANG KEBENARAN

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An-Nisa: 36)

Apa yang hendak disombongkan? Kecantikan akan memudar. Kekuatan akan melemah. Jabatan akan berakhir. Harta
akan ditinggalkan. Kuburan tidak membedakan orang kaya dan miskin. Semua akan kembali kepada Allah.

  1. ZINA: JALAN MENUJU KERUSAKAN

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Zina merusak kehormatan diri. Merusak keluarga. Merusak masa depan anak-anak. Merusak ketenangan jiwa. Kenikmatannya sebentar, nsmun penyesalannya bisa sepanjang umur.

  1. BENCI DAN SINIS: RACUN YANG MEMATIKAN KASIH SAYANG

Orang yang membiarkan kebencian tumbuh dalam hatinya akan kehilangan kedamaian. Iya melihat kebaikan orang lain dengan mata sinis. Ia sulit menghargai sesama. Ia sulit memaafkan. Ia
sulit mencintai. Padahal Rasulullah ﷺ mengajarkan kasih sayang, persaudaraan, dan saling mendoakan.
Kebencian tidak menyakiti orang yang dibenci terlebih dahulu. Kebencian justru merusak hati orang yang memeliharanya.

  1. BENGIS DAN SADIS: HILANGNYA CAHAYA KEMANUSIAAN

Ketika hati kehilangan kasih sayang, manusia dapat berubah menjadi bengis dan sadis. Tidak peduli pada penderitaan orang lain. Tidak tersentuh oleh tangisan anak yatim. Tidak iba melihat orang miskin. Tidak merasa bersalah menyakiti sesama. Padahal Allah mencintai orang-orang yang penyayang. Semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin lembut hatinya. Semakin dekat seseorang kepada Allah, seharusnya semakin besar kasih sayangnya kepada makhluk Allah.

INGATLAH SAAT TERAKHIR KEHIDUPAN

Suatu hari nanti, kita akan berbaring lemah. Nafas menjadi pendek. Mata mulai tertutup. Dan akhirnya akan menjumpai saat keluarga berkumpul di sekeliling kita, menangis kehilangan kita. Saat itu tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Tidak ada lagi kesempatan meminta maaf. Tidak ada lagi kesempatan menghapus kebencian. Tidak ada lagi kesempatan bertobat dari fitnah, kesombongan, zina, atau kedzaliman. Yang tersisa hanyalah amal. Yang menemani hanyalah akhlak. Yang menyelamatkan hanyalah rahmat Allah.

MARI MEMBERSIHKAN HATI MULAI HARI INI

Buanglah iri sebelum ia membakar hati. Hentikan fitnah sebelum menghancurkan kehidupan orang lain.
Tinggalkan adu domba sebelum memecah persaudaraan. Runtuhkan kesombongan sebelum Allah merendahkan kita.
Jauhi zina sebelum menghancurkan kehormatan. Hapus
kebencian dan sikap sinis sebelum mengeraskan hati. Hilangkan sifat bengis dan sadis sebelum hilang cahaya kemanusiaan dalam diri. Karena manusia terbaik bukan yang paling kaya. Bukan yang paling berkuasa. Bukan yang paling terkenal.
Tetapi yang paling bersih hatinya, paling mulia akhlaknya, dan paling banyak manfaatnya bagi sesama.

DOA MENYENTUH JIWA

“Ya Allah, bersihkan hati kami dari iri, dengki, kebencian, kesombongan, dan kemunafikan. Jauhkan lisan kami dari fitnah, ghibah, dan adu domba. Lindungi kami dari perbuatan zina dan segala jalan yang mendekatkannya. Lembutkan hati kami agar tidak menjadi sinis, bengis, dan sadis terhadap sesama. Jadikan kami manusia yang penuh kasih sayang, suka memaafkan, mencintai kebaikan, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. Ya Allah, saat Engkau memanggil kami pulang, panggillah dalam keadaan hati yang bersih, wajah yang bercahaya, dan jiwa yang Engkau ridai. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.”

RENUNGAN PENUTUP

Musuh terbesar manusia bukanlah orang lain. Musuh terbesar adalah hawa nafsu dan penyakit hati yang dibiarkan tumbuh tanpa dikendalikan. Barang siapa mampu membersihkan hatinya, maka ia telah memenangkan salah satu pertempuran terbesar dalam hidupnya.

“Selamatkan hati, maka Allah akan menambahkannya sebagai kekayaan kehidupan. Bersihkan jiwa, maka Allah akan memuliakan derajatmu dan memperbesar deposito kekekalan di akhirat.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *