Inovasi Besar Parenting secara impresif, menghibur dan bermakna melalui pendekatan intelektual, emosional dan spiritual.
KEBUTUHAN GENERASI BERBAKTI
Materi dalam bentuk kekayaan harta benda memang memiliki andil dalam membuat anak taat kepada orang tuanya. Anak taat yang akan menjadi generasi berbakti. Namun, memanjakan anak dengan harta benda bisa menimbulkan dampak negatif, misalnya; anak menjadi punya ketergantungan dan malas. Sikap malas ini bisa melemahkan dorongan ketaatan anak kepada orang tua. Mungkin pikiran logis kita mengatakan bahwa anak yang dipenuhi kebutuhan materinya oleh orang tua akan taat kepada orang tua. Akan tetapi, yang terjadi bisa bertentangan dengan pikiran logis itu. Orang tua tidak bisa merasakan ketaatan anak karena terhalang oleh sikap malas anaknya. Mau apa-apa malas. Dinasihati orang tua untuk ikut membantu pekerjaan rutin di rumah, malas. Oleh karena itu, kita perlu bijaksana dalam memberikan harta benda kepada anak. Dan lebih dari itu, kita juga perlu bijaksana dalam menafkahi anak. Generasi berbakti akan tumbuh dari anak yang dinafkahi dari harta benda yang baik dan halal.
Materi sebagai kebutuhan penting bagi anak berbakti masih membutuhkan bagian-bagian lain yang yang sangat penting. Menanamkan nilai moral dan agama kepada anak adalah bagian sangat penting. Didalamnya termasuk nilai agama tentang pentingnya kekayaan yang baik dan halal sebagai pemenuhan materi bagi anak. Nilai moral dan agama merupakan kunci utama melahirkan generasi berbakti. Membangun ikatan emosional antara orang tua dan anak juga menjadi bagian sangat penting.
KUNCI ORANG TUA MELAHIRKAN GENERASI BERBAKTI
Membimbing anak membutuhkan manajemen, yang didalamya terdapat pendekatan-pendekatan sebagai strategi dan kunci melahirkan generasi berbakti. Pendekatan-pendekatan itu antara lain :
- Menanamkan Nilai Moral dan Agama. Ajarkan dasar-dasar spiritual sejak dini sebagai pedoman dan gaya hidup. Jadikan dasar-dasar spiritual ini sebagai bagian esensial dari family values.
- Menjadi Teladan Utama. Anak adalah peniru ulung. Orang tua harus mencerminkan perilaku terpuji, sopan santun, dan kasih sayang agar anak meneladani perilaku kita secara alami.
- Komunikasi Dua Arah. Dengarkan keluh kesah, perasaan dan pendapat anak, agar anak merasa didukung dan dihargai, sehingga ikatan emosional menjadi lebih kuat.
- Bantu Anak Menemukan Minat dan Bakatnya. Seorang anak yang belajar dan bekerja sesuai minat, bakat dan potensi terbaiknya memungkinkan anak-anak belajar dan bekerja secara antusias dengan semangat juang yang tinggi. Hal ini akan menjadi peluang besar bagi keberhasilan anak. Kebanggaan dan rasa syukur anak atas keberhasilan dirinya akan membangkitkan rasa hormatnya kepada orang tua. Inilah generasi berbakti yang pandai bersyukur dan tahu diri terhadap kewajibannya taat dan hormat kepada orang tua.
RENUNGAN AYAT-AYAT “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia (Allah) dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak…” (QS. Al-Isra’ : 23)
