Inovasi Besar Parenting secara impresif, menghibur dan bermakna melalui pendekatan intelektual, emosional dan spiritual.
Sepanjang waktu berada di kamar, seorang anak dihadapkan pada banyak kemungkinan. Bisa berkembang secara positif, dan sebaliknya bisa terjerumus kepada hal-hal negatif. Untuk menjaga anak dari hal-hal negatif saat anak berada di dalam kamar, orang tua menghadap tantangan yang secara serius harus dihadapi secara bijak dan penuh perhatian. Orang tua harus membangun komunikasi terbuka dengan anak. Menerapkan pembatasan tegas penggunaan gawai (gadget). Serta menjaga pintu kamar tetap terbuka, agar anak tetap mudah dipantau secara wajar. Secara kongkret, inilah langkah-langkah terstruktur yang bisa dilakukan orang tua secara bijak dan penuh perhatian.
1. Batasi Akses gawai di Dalam kamar.
- Aturan Bebas Gawai. Sebisa mungkin berikan pengertian agar anak tidak biasa menggunakan gawai di dalam kamar tidur, terutama pada malam hari atau saat waktu istirahat.
- Gunakan Parental control. Aktifkan fitur pembatasan konten (parental control) di semua perangkat yang dipegang anak untuk memblokir situs web, aplikasi atau game negatif. Jika terjadi kondisi di mana orang tua tidak menguasai teknologi, lakukan terapi lain. Aturan agama dan moral harus dijadikan parental control secara spiritual. Jelaskan akibat buruk yang bisa terjadi dari kesalahan melihat konten-konten negatif yang ada pada gawai.
2. Terapkan Aturan Pintu Terbuka.
- Larangan Mengunci Pintu. Buat aturan tegas bahwa pintu kamar tidak boleh dikunci dari dalam saat anak sedang beraktivitas dan belajar. Tetapi saat anak mau tidur pada waktu yang disepakti oleh orang tua dan anak, pintu boleh dikunci dari dalam demi alasan keamanan dan ketenangan tidur. Namun anak harus diberi pengertian bahwa orang tua berhak pegang kunci cadangan, terutama bagi anak di bawah umur 10 tahun.
- Akses Keluar Masuk. Pastikan orang tua memiliki akses keluar masuk kamar anak. Namun orang tua harus tetap menjaga privasi anak sepenuhnya.
3. Jadwalkan Aktivitas Bersama di luar Kamar.
- Aktivitas Keluarga. Buat rutinitas kegiatan yang mengharuskan anak keluar kamar seperti makan bersama, menonton film atau berolahraga di sore hari.
- Sesuaikan waktu sendiri (Me Time). Berikan waktu untuk sendiri agar anak tidak terisolasi, tetapi batasi durasinya.
4. Lakukan Pemantauan Rutin.
- Cek Barang Bawaan. Sesekali lakukan pemeriksaan secara rutin untuk mengetahui barang-barang yang dibawa atau disimpan anak di dalam kamar. Namun demikian, langkah ini harus dilakukan secara bijak dengan mengindahkan pengertian dan kesepahaman dengan anak. Hindarkan dari kesan anak yang merasa dicurigai dan merasa tidak dipercaya.
- Dampingi Saat Berselancar. Orang tua harus berusaha memastikan dengan siapa anak berinteraksi secara online di internet dan konten apa yang anak konsumsi.
Oleh : Aji Wijiono. Penulis buku NERACA AMAL, Kekayaan Kehidupan dan Deposito Kekekalan
