NASIHAT BUAT ANAK, DALAM BERGAUL DENGAN LAWAN JENIS

Tantangan kehidupan di era modern ini begitu komplek. Pergaulan anak menjadi salah satu kekomplekan itu. Orang tua harus memantau pergaulan anak secara sungguh-sungguh, terutama pergaulan dengan lawan jenis. Tanamkan batasan yang jelas, sikap saling menghargai, dan dorong untuk membangun komunikasi secara terbuka. Dorong anak berteman secara sehat tanpa melanggar nilai moral atau mengorbankan sisi akademis. Berikan nasihat kepada anak dalam hal-hal berikut :

  • Tanamkan Kesadaran Tentang Hukum Sebab Akibat. Siapa berbuat buruk akan menuai keburukan dan siapa yang berbuat baik akan menuai kebaikan. Pelanggaran moral dan agama dalam pergaulan dengan lawan jenis akan mengakibatkan keburukan bagi diri sendiri dan orang lain. Keburukan itu akan mewarnai kehidupan dengan banyak kesulitan.
  • Jangan Mendekati Zina. “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isra : 32). Para ulama tafsir menjelaskan bahwa jangankan melakukan perbuatan zina, segala hal yang menjadi pembuka jalan atau mendekatkan diri pada perbuatan zina juga sangat dilarang. Beberapa hal yang mendekatkan kepada zina antara lain; berdua-duaan, pacaran yang mengarah pada kemaksiatan, melihat konten porno di gawai (gadget), atau melihat aurat dengan syahwat.
  • Fokus Pada Pertemanan Positif. Arahkan anak untuk berteman dengan siapa saja, namun tetap prioritaskan kegiatan bersama yang positif. Berikan kesadaran kepada anak bahwa pertemanan yang sehat saling mendukung untuk berprestasi.
  • Etika Komunikasi (Adab). Ingatkan anak untuk menjaga sopan santun dalam berbicara dan menggunakan bahasa yang wajar. Hal ini memberi pelajaran tentang kekuatan untuk menolak obrolan yang mengarah ke sesuatu yang berlebihan yang cenderung negatif.
  • Larang Anak Berdua-duaan. Larang keras kebiasaan berdua-duaan dengan lawan jenis di tempat sepia tau tertutup guna mencegah hal-hal negatif. 
  • Utamakan Kegiatan Berkelompok. Sarankan anak untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama dalam kelompok atau hangout ramai-ramai dibanding berdua-duaan saja.

Oleh : Aji Wijiono. Penulis buku NERACA AMAL, Kekayaan Kehidupan dan Deposito Kekekalan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *