Mengasuh anak hingga bisa membawanya ke Surga

Mengasuh dan mendidik anak menjadi anak saleh adalah perintah Allah agar  anak dan keluarga dapat berkumpul bersama kita di surga. Beribadah merupakan kebiasaan baik sebagai salah satu perintah Allah yang bertujuan untuk membangun kesalehan. Orang tua yang saleh dan senantiasa mendidik kesalehan keluarga dan anak-anaknya akan dikumpulkan oleh Allah SWT di surga. Memahami surga tidak harus selalu berfikir ghaib sebagai tempat di akhirat yang baru akan terjadi setelah kematian. Dalam pengertian yang komprehensif, surga adalah suatu keadaan yang baik, sejahtera dan bahagia lahir dan batin.  Anak saleh pada hakekatnya merupakan  kebaikan yang membahagiakan. Dan kebahagiaan itu akan bisa dirasakan di dunia sekaligus akan dibawa sebagai deposito kekekalan yang memperkaya kebahagiaan di surga akhirat.

Dalam sebuah hadist riwayat Muslim yang dinukilkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda “seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali 3 (tiga) hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendo’akannya”. Do’a anak saleh akan menemani dan bersama orang tua di tempat yang baik.  Anak saleh akan membahagiakan orang tua di dunia dan di akhirat. Akan tetapi, keterbatasan keimanan kita sering menjadi penyebab kelemahan keyakinan, sehingga mengira bahwa kebahagiaan bersama keluarga hanya terjadi saat berkumpul di dunia saja.

Allah berfirman dalam QS at-Thur ayat 21 “Dan orangorang yang beriman dan yang anak keturunan mereka mengikuti mereka dalam keimanan, maka akan Kami pertemukan anak keturunan mereka itu dengan mereka dan Kami tidak mengurangi pahala amalan mereka sedikitpun. Setiap orang terkait dengan apa yang diusahakannya”.  Ayat ini menegaskan, bahwa dalam setiap pertemuan, baik pertemuan di dunia dan di akhirat, anak saleh akan memberikan kebahagiaan bagi orang tua. 

Dan dalam konteks di akhirat, anak saleh akan berkumpul bersama orang tuanya di surga.  Malaikat-malaikat yang memikul arsy Allah juga akan meminta kepada Allah SWT supaya ayah dan bunda dari kalangan orang mukmin dapat dikumpulkan dengan anak ataupun istrinya di akhirat kelak. Para malakat itu memohon kepada Allah agar para ayah, istri dan anak di tempatkan di tempat yang berdampingan.  Do’a malaikat-malaikat itu diabadikan dalam QS Ghafir ayat 8, “Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orangorang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istriistri mereka, dan keturunan mereka semua. Sungguh, Engkaulah yang Mahaperkasa, Mahabijaksana”.

Untuk itu, ada beberapa cara agar para ayah bisa mengajak keluarganya untuk menuju dan berdampingan di surga.[1]

  1. Orang tua senantiasa memperbanyak ibadah kepada Allah SWT dan memberikan contoh yang baik kepada anak. Anak akan mencontoh perbuatan baik orang tuanya hingga dia akan terbiasa melakukan kebaikan itu.
  2. Orang tua wajib menjaga kehalalan makanan, minuman, pakaian dan apa saja yang digunakan dalam menjalani kehidupan. Hal ini sangat penting, agar semua do’a yang dipanjatkan kepada Allah SWT terkait kebaikan anak-anak tidak akan tertolak. Salah satu penyebab tertolaknya do’a adalah akibat mengkonsumsi atau menggunakan hal-hal yang diharamkan oleh syariah.
  3. Orang tua wajib menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Hal ini ditegaskan dalam QS at-Tahrim ayat 6 “Hai orangorang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakunya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikatmalaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. 
  4. QS at-Tahrim ayat 6, secara tegas mengatur bagaimana kita  menghindarkan diri dari api neraka, yakni melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.
  5. Menjauhkan rumah dari penyebab masuk neraka serta mendekatkan dengan hal-hal untuk menuju surga, seperti :
  6. Tontonan yang tidak mendidik dan berbau maksiat merupakan kebiasaan buruk yang akan mengantarkan ke  neraka.
  7. Mendidik keluarga untuk tidak meniru perilaku orang-orang kafir, karena perilaku orang kafir akan menggelincirkannya ke neraka.
  8. Menanamkan kecintaan kepada tempat-tempat yang disyariatkan untuk dicintai (salah satunya tempat ibadah), akan menjadi embrio kekuatan untuk menjauhi perbuatan buruk yang mengakibatkan ke neraka.
  9. Memupuk keimanan anak-anak lewat kisah-kisah para nabi serta kisah-kisah kebaikan lainnya menjadi bekal untuk menuju surga
  10. Mengajak anak-anak berdiskusi, menunjukkan dan mengagumi kekuasaan Allah melalui ciptaan-Nya, akan mengundang malaikat-malaikat berdo’a kepada Allah agar kelurga itu dikumpulkan di surga.

   Menjadikan hal-hal di atas sebagai bagian integrated dari melaksanakan kebiasaan baik merupakan langkah nyata membawa keluarga berkumpul dan berdampingan di surga.


[1]  Reja  Irfa Widodo, Nashih Nashrullah, 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Orang tua Agar keluarga Bisa Berkumpul Kembali di Akhirat, (https://khazanah.republika.co.id) 12 Desember 2025

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *