TELADAN ORANG TUA MEMBANGUN KEBIASAAN ANAK BERIBADAH

Keteladanan orang tua menempati kedudukan utama dalam membangun kebiasaan baik anak untuk melakukan ibadah. Mengharapkan anak taat beribadah, pastikan dulu bahwa orang tua telah membuktikan diri sebagai hamba Allah yang taat beribadah. Dan setelah keteladanan, orang tua harus kreatif melakukan hal-hal yang bisa memotivasi anak menjalankan ibadah, antara lain:  

  1. Teladan yang Baik. Anak adalah peniru ulung. Oleh karena itu, orang tua harus menunjukkan keteladanan dalam menjalankan ibadah dengan tulus dan penuh keikhlasan dan kekhusyukan.
  2. Bangun Suasana Religius di Rumah. Seorang anak akan terinspirasi jika melihat hiasan-hiasan spiritual yang ada di rumah. Hiasan dinding yang berisi do’a-do’a atau album dokumenter tentang perjalanan dan pengalaman spiritual dan ibadah akan membangkitkan minat anak untuk menjalankan ibadah. 
  3. Ajak Anak ke Tempat Ibadah. Rutinitas mengajak anak ke masjid bagi yang muslim akan memupuk kebiasaan anak beribadah meski tidak lagi dibersamai orang tuanya saat tumbuh dewasa.
  4. Berikan Apresiasi. Berikan apresiasi ketika anak mau menjalankan ibadah agar anak merasa diakui keberadaannya sebagai anak yang rajin beribadah. Dengan demikian, anak tumbuh sebagai pribadi yang senang beribadah dengan kesadaran tulus.
  5. Berikan Hadiah.  Hadiah bisa menjadi alternatif, namun bukan keharusan agar anak tidak kecanduan hadiah. Hadiah yang diberikan pada saat yang tepat, dan dengan cara komunikasi yang baik, akan menjadi semangat untuk mendorong anak lebih rajin beribadah. Pilih kata dan kalimat motivatif, misalnya “ Hadiah ini pantas untuk kamu, karena kamu telah mampu berjuang melawan kantuk berat. Teruslah berjuang….” Yang kita apresiasi adalah kemauan dan kemampuannya untuk berjuang meningkatkan kualitas  diri.  
  6. Bersabar dan Berdo’a.  Kesabaran dan kasih sayang dalam mendampingi dan mendidik anak beribadah akan memupuk rasa cinta anak beribadah. Do’a harus kita jadikan sebagai salah satu fondasi untuk mengiringi pengasuhan anak. Mengapa selalu kita iringi tumbuh kembang anak dengan doa? Sebab, sehebat apapun kita mendidik, tetap saja Allah yang Maha Memberi Hidayah Adalah Tuhan semesta alam,  bukan kita. Wilayah kita sebagai orang tua adalah wilayah ikhtiar optimal berbasis ilmu, sedangkan wilayah hasil adalah wilayah Tuhan Yang Maha Membolak-balikkan Hati.  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *