KEBIASAAN BAIK BERIBADAH MENJADI KEUTAMAAN DALAM KEHIDUPAN

Beribadah merupakan bukti ketaatan seseorang kepada Tuhan. Untuk membangun ketaaan yang kuat perlu pembiasaan beribadah sejak dini. Melalui pembiasaan tersebut, lambat laun ibadah akan disadari sekaligus dirasakan sebagai kebutuhan bagi seseorang. Dengan kesadaran ibadah sebagai kebutuhan, akhirnya seseorang tidak akan menganggap ibadah hanya sekedar sebagai perintah agama yang formal. Menjalankan ibadah tidak sebatas  menggugurkan kewajiban. Sebab, beribadah memiliki kedudukan, keutamaan dan manfaat penting bagi kehidupan. Beribadah  akan membantu anak didik untuk belajar syukur, sabar dan kasih sayang. Tanpa beribadah, seseorang tidak mungkin menjadi orang baik. Sederhananya, jika seseorang berani secara sengaja mengabaikan Tuhan, pasti akan lebih berani mengabaikan bahkan mendzalimi manusia, termasuk ayah dan bundanya.

Kualitas ibadah yang baik akan bermanfaat bagi seseorang dalam menumbuh kembangkan nilai-nilai etika, empati, moral, dan spiritual. Beribadah juga bermanfaat sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi diri dalam rangka introspeksi dan evaluasi atas perjalanan hidup. Hal itu akan menjadi pondasi terbangunnya mental dan karakter positif yang akan menjadi bekal berharga bagi kesuksesan hidup di dunia dan akhirat. Orang tua harus memanfaatkan moment beribadah bersama anak untuk memberikan pengertian kepada anak tentang kejujuran, tolong-menolong dan pentingnya membantu sesama. 

Orang tua harus bisa menjadi teladan bagi anak dalam beribadah. Menghendaki anak melakukan kebiasaan baik beribadah harus dimulai dari orang tua. Orang tua, harus memberikan contoh dengan cara selalu beribadah. Tidak sekedar memberikan perintah kepada anak untuk beribadah, tetapi orang tua sering melalaikan ibadah. Untuk memberikan perintah kepada anak, orang tua perlu terus membiasakan diri berangkat dari apa yang telah dilakukan.  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *